Selasa, 10 Februari 2009

tanda-tanda Husnul Khatimah

Diantara tanda-tanda husnul khatimah :

1. Mengucapkan kalimat syahadat saat datangnya ajal. Banyak hadits tentang hal ini, diantaranya sabda Nabi saw : "Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah Laa ilaaha illallah" maka ia akan masuk surga".

2. Meninggal dalam keadaan kening berkeringat. Berdasarkan hadits Buraidah bin Al-Khusaib y bahwa ia berada di Negeri Khurasan, lalu suatu ketika ia menjenguk saudaranya yang sedang sakit dan mendekati ajalnya. Dahinya berkeringat, maka Buraidah mengatakan, "Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Seorang mukmin itu wafatnya dalam keadaan berkeringat keningnya".

3. Meninggal pada malam Jum'at atau siang harinya. Nabi saw bersabda: "Tidaklah seorang muslim meninggal pada Hari Jum'at atau malam Jum'at melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur"

4. Mati syahid di medan perang. Allah berfirman:

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ . فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman" (Q.S Ali Imran 169-171)

Nabi saw bersabda: "Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam hal: Akan diampuni dosanya di saat menetes darahnya yang pertama. Dapat menyaksikan tempatnya di surga. Terhindar dari siksa kubur. Aman dari ketakutan yang dahsyat. Dihiasi dengan perhiasan iman. Dinikahkan dengan bidadari dan diberi izin untuk memberi syafaat pada tujuh puluh orang dari kerabatnya".

5. Mati dalam berperang di jalan Allah. Berdasarkan sabda Nabi saw : "Menurut kalian siapakah orang yang mati syahid itu? Para shahabat menjawab: "Wahai Rasulullah SAW, orang yang terbunuh di jalan Allah, dialah yang matinya dalam keadaan syahid. Nabi SAW bersabda: "Kalau demikian orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali. Para shahabat lalu bertanya: Kalau begitu siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Siapa yang terbunuh di jalan Allah, maka ia mati syahid, siapa yang mati di jalan Allah, maka dia mati syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit tha'un maka dia mati syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka dia mati syahid, dan orang yang tenggelam matinya syahid"

6. Mati karena wabah penyakit. Ada beberapa hadits berkaitan dengan hal ini, diantaranya: "Wabah penyakit tha'un itu adalah mati syahid bagi setiap muslim"

7. Mati karena sakit perut, berdasarkan sabda nabi SAW dalam hadits di atas: "….. Siapa yang mati karena sakit perut maka dia mati syahid"

8 dan 9: Mati tenggelam dan terbakar, berdasarkan sabda Nabi saw : "Orang yang mati syahid itu ada lima: orang yang mati karena wabah penyakit, orang yang mati karena sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah"

10. Meninggalnya seorang wanita yang melahirkan anaknya di saat nifas. Berdasarkan hadits 'Ubadah bin Shamit y bahwa Rasulullah saw menjenguk Abdullah bin Rawahah y 'Ubadah mengatakan bahwa Rasulullah tidak jauh dari tempat tidurnya. Beliau saw bersabda: "Tahukah (kalian) siapa orang yang mati syahid dari ummatku? Para shahabat menjawab: "Seorang muslim yang dibunuh. Lalu Nabi saw bersabda: "Kalau demikian orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali, Terbunuhnya seorang muslim adalah syahid baginya, siapa yang mati karena wabah penyakit maka dia mati syahid, seorang wanita yang meninggal dengan sebab anaknya di saat nifas maka ia mati syahid, anaknya akan menuntunnya ke surga"

11, 12 : Mati terbakar. Dan Penyakit pinggang (memar atau angin yang tertahan dipinggang (semacam angin duduk) dan menyebabkan rasa sakit dan sesak nafas), Banyak hadis yang masyhur tentang hal ini. Dari Jabir bin 'Utaik secara marfu': "Orang yang mati syahid selain orang yang meninggal di jalan Allah ada tujuh: "Orang yag meninggal karena penyakit tha'un, orang yang tenggelam, Dan Penyakit pinggang, orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati terbakar, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan, dan seorang wanita yang meninggal di saat nifas, maka ia mati syahid"

13. Meninggal karena terserang penyakit TBC, berdasarkan sabda Rasulullah saw: "(Orang) yang terbunuh di medan perang mati syahid, wanita yang meninggal di saat nifas mati syahid, orang yang terbakar mati syahid, orang yang tenggelam mati syahid, orang yang meninggal karena terserang penyakit TBC mati syahid, dan orang yang mati karena sakit perut mati syahid"

14. Mati karena mempertahankan harta yang akan dirampok. Terdapat beberapa hadits dalam hal ini, diantaranya: "Orang yang meninggal karena mempertahankan hartanya (dalam sebuah riwayat: orang yang diambil hartanya dengan jalan yang tidak benar, lalu ia mempertahankannya kemudian terbunuh"

15, 16. Mati karena membela agama dan jiwa. Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia mati syahid, siapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia mati syahid, orang yang terbunuh karena membela agama maka dia mati syahid, dan orang yang terbunuh karena membela jiwanya maka dia mati syahid"

17. Mati di saat berjaga di jalan Allah. Terdapat dua hadits, salah satunya: "Berjaga (ketika jihad) adalah lebih baik (nilainya) dari berpuasa dan shalat malam selama sebulan, seandainya ia meninggal, maka akan diteruskan amalannya, rizkinya akan mengalir, dan ia akan aman dari para penanya di alam kubur" (H.R Muslim)

18. Mati ketika beramal sholeh, berdasarkan sabda Nabi saw: "Barangsiapa yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah hanya karena mengharap wajah Allah, maka ia akan diwafatkan dengan (mengucapkan) kalimat tersebut, ia akan masuk surga. Barangsiapa yang berpuasa hanya karena mengharap wajah Allah, maka akan dijadikan akhir hayatnya dalam keadaan berpuasa, ia akan masuk surga dan barangsiapa yang bersedekah dengan hanya mengharap wajah Allah, maka akan dijadikan akhir kehidupannya dalam keadaan bersedekah, ia akan masuk surga"

19. Orang yang dibunuh oleh penguasa yang dzolim, disebabkan ia menasehatinya. berdasarkan sabda Nabi saw: "Penghulunya para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan orang yang mendatangi penguasa yang dzalim, lalu ia memerintahkan dan melarangnya (maksudnya menasehatinya) lalu ia dibunuh (oleh penguasa tersebut)".

Begitu pula pujian kebaikan dari orang-orang sholeh pada si mayit, paling sedikitnya dua. Terdapat beberapa hadist tentang hal ini, diantaranya:

Dari Anas y berkata: (suatu ketika) ada jenazah lewat di hadapan Nabi saw, lalu jenazah tersebut mendapat pujian kebaikan. Orang-orang mengatakan: Sepanjang pengetahuan kami ia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka Nabi saw bersabda: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Kemudian datanglah jenazah lain, tetapi banyak orang yang mencelanya. Mereka mengatakan: "Seburuk-buruk orang dalam agama Allah". Maka Nabi saw bersabda: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya".

Umar lalu bertanya: "Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu. Tadi ada jenazah lewat lalu mendapatkan pujian, maka engkau mengatakan: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Dan lewat jenazah yang lain, lalu mendapat celaan, maka engkau mengatakan: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Maka Rasulullah SAW menjawab: "Siapa yang kalian puji dengan kebaikan, maka wajib baginya surga, dan siapa yang kalian cela, maka wajib baginya neraka. (Para malaikat adalah saksi Allah di langit) sedang kalian adalah saksi Allah di muka bumi. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi. (Dalam sebuah riwayat: Orang-orang yang beriman adalah saksi Allah di muka bumi. Allah memiliki para malaikat yang mengucapkan sesuai dengan penilaian Bani Adam terhadap seseorang, baik itu kebaikan atau keburukannya.

Dari Abul Aswad Ad-Daili berkata: Aku mengunjungi Madinah ketika terjadi wabah sehingga terjadilah kematian dengan cepat. (Suatu saat) aku duduk di samping Umar bin Khattab y, tiba-tiba lewatlah jenazah, lalu jenazah tersebut mendapat pujian. Maka Umar berkata: "Wajib". Lalu aku bertanya: "Apa yang wajib wahai Amirul Mukminin?" Beliau menjawab: "Aku mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw: "Seorang muslim siapun dia yang mendapat kesaksian kebaikan dari empat orang, maka Allah akan memasukkannya ke surga". Maka kami bertanya: Tiga orang. Nabi menjawab: "Begitupula (kesaksian) tiga orang". Kemudian kami bertanya lagi: "Dua orang". Maka Nabi menjawab: " Begitupula (kesaksian) dua orang". Kami tidak bertanya kalau satu orang.

Siapa yang selalu ingat, berdzikir dan mencintai Allah dalam hidupnya, maka ia akan memerlukan amalan-amalan tadi di saat ruhnya keluar menuju Allah Tabaraka wa Ta'ala. Sebaliknya siapa yang sibuk dengan selain Allah di saat hidupnya, maka akan berat baginya untuk ingat pada Allah ketika menjelang maut jika ia tidak mendapat pertolongan dari Allah. Karena itulah, sudah selayaknya bagi orang yang berakal untuk selalu melazimkan hati dan lisannya untuk berdzikir dan taat pada Allah dimanapun ia berada, untuk menghadapi saat sakaratul maut yang seandainya luput darinya (maksudnya tidak mengingat Allah di saat itu-pent), maka ia akan celaka selama-lamanya. Ya Allah perbaikilah jiwa-jiwa kami dengan dzikir kepada, cinta, dan mengenal-Mu. Sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.

TANDA-TANDA SU'UL KHATIMAH

Ada beberapa sebab Suul Khatimah yang wajib diketahui oleh setiap mukmin sehingga dapat berhati-hati darinya. Yang paling dominan adalah sibuk dengan urusan dunia, selain itu tidak istiqamah, lemah iman, rusaknya akidah, dan terus menerus dalam kemaksiatan. Karena orang yang bergelimang dalam maksiat dan umurnya panjang dalam kejahiliyaan, maka hatinya akan akrab dengan maksiat. Segala aktivitas yang dilakukan dan disukai oleh seseorang di masa hidupnya, akan hadir dalam ingatannya di saat datangnya ajal. Jika yang lebih disukainya adalah perkara ketaatan, maka ketika datangnya kematian ia akan ingat ketaatan, sebaliknya, jika ia lebih condong pada kemaksiatan, maka itulah yang akan lebih banyak muncul ketika datangnya kematian.

Hati merasa takut untuk berpisah dengan apa yang disukainya dan apa yang sudah menjadi kebiasaannya, terlebih lagi di saat genting dan terjadinya musibah. Apabila hati telah yakin akan berpisah dengan apa yang disukainya tadi, maka ia akan teringat dengannya ketika hidupnya akan berlalu. Berkata Ibnul Qayyim: "Oleh karena itu – Wallahu a'lam – sering kali orang yang akan meninggal mengucapkan apa yang disukainya dan banyak ia sebut, dan bahkan mungkin rohnya keluar dalam keadaan ia mengucapkan kalimat tadi. Banyak orang yang hobinya main catur di saat sakaratul maut mereka mengatakan "Rajanya mati", dan sebagian yang lain mendendangkan syair sampai ia meninggal, karena dahulunya ia adalah penyanyi.

Ada seseorang yang mengabarkan kepadaku bahwa salah satu kerabatnya adalah seorang pedagang kain, di saat ajal datang mengatakan: "Kain ini bagus, sesuai untukmu, barang ini murah, menyamai ini dan itu", sampai ia meninggal dunia.

Mujahid berkata, "Tidak ada seorangpun yang akan meninggal dunia, kecuali akan akan diperlihatkan padanya teman-teman yang biasa duduk bersamanya, baik itu mereka yang hobi bermain, maupun yang gemar dzikir.

Ada orang yang hobi main catur, ketika sakaratul maut, dikatakan padanya: "Ucapkanlah Laa ilaaha illallah, maka ia mengatakan: "Rajamu", kemudian ia meninggal. Ia mengucapkan kalimat yang biasa ia katakan ketika bermain (catur) semasa hidupnya, sehingga ia mengganti kalimat tauhid dengan (Rajamu). Keadaannya tidak berbeda dengan orang yang biasa duduk dengan pecandu minuman keras, ketika ajal datang, dan ada orang yang mentalqinnya untuk mengucap syahadat, tetapi ia malah mengatakan: "Minum dan berilah aku minum), lalu iapun meninggal. Laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'Aliyyil 'Adziim.

Demikianlah keadaan orang yang bertambah umurnya, tetapi dalam waktu yang sama bertambah keburukannya. Sehingga dalam umurnya yang dewasa keburukannya lebih banyak dibanding ketika masa kecilnya. Orang semacam ini biasanya sulit untuk bertaubat, dan tidak mendapat taufiq untuk beramal sholeh yang bisa menghapus apa yang telah ia lakukan dahulu. Dikhawatirkan ia akan mengalami su'ul khatimah sebagaimana yang terjadi pada banyak orang, yang meninggal dengan membawa kotoran. Mereka belum bersuci darinya sebelum meninggalkan dunia. Ini adalah tipu daya setan pada manusia di saat datangnya ajal, saat setan memerangi seorang hamba pada kali terakhirnya.

Dari Sa'id bin Musayyab dari ayahnya berkata: ketika Abu Thalib mendekati ajalnya, Rasulullah SAW mendatanginya, sementara di dekat Abu Thalib ada Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, maka Rasulullah saw bersabda: "Wahai pamaku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, satu kalimat yang akan aku jadikan saksi di hadapan Allah". Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: "Wahai Abu Thalib, apakah engkau berpaling dari ajaran Abdul Muthalib? Rasulullah tiada henti-hentinya menasehati pamannya, begitupula Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata seperti tadi, sampai pada akhirnya Abu Thalib mengucapkan bahwa ia mengikuti ajaran Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Diriwayatkan bahwa setan hadir di saat anak Adam sedang mengalami sakaratul maut dan ruhnya keluar, kemudian ia menawarkan padanya semua agama selain Islam. (Ia datang) dengan rupa orang yang memberi nasehat dan terpercaya seperti seorang ayah, ibu, saudara, atau teman setia, lalu berkata: "Matilah dalam keadaan Yahudi, karena ia adalah agama yang diterima di sisi Allah". Atau ia berkata: "Matilah dalam keadaan nasrani yang merupakan agama Al-Masih dan diterima di sisi Allah Ta'ala. Setan tidak henti-hentinya menyebutkan keyakinan agama yang lain dengan harapan orang tadi meninggal dengan memeluk selain Islam. Inilah tujuannya, semoga Allah melaknatnya.

Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal, "Aku menghadiri saat wafatnya ayahku, Ahmad dan tanganku memegang secercah kain untuk memegang janggutnya. Beliau tidak sadar kemudian terbangun dan mengatakan dengan isyarat tangannya: "Tidak, masih belum". Beliau melakukannya berkali-kali. Maka aku katakan padanya: "Wahai ayahku, apa yang nampak olehmu ? Ayah menjawab, "Setan berdiri sambil menggigit terompahku dan mengatakan, "Wahai Ahmad, engkau telah selamat dariku", maka aku mengatakan, "Tidak, masih belum sampai aku meninggal dunia".

Al-Qurtubi berkata: "Aku mendengar guru kami Imam Abul 'Abbas Ahmad bin Umar Al-Qurtubi berkata: Aku menyaksikan saat menjelang wafatnya saudara guru kami Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad Al-Qurtubi di Qurtubah. Dikatakan kepadanya Laa ilaaha illallah, tetapi ia mengucapkan: Tidak, tidak. Setelah ia sadar, kami mengingatkan hal tersebut padanya, maka ia menceritakan bahwa ada dua setan yang ada di sebelah kanan dan kirinya mengatakan salah satu dari keduanya membisiki: Matilah dalam keadaan yahudi, karena ia adalah sebaik-baik agama. Dan setan yang satunya berkata: Matilah dalam keadaan Nasrani, karena ia adalah sebaik-baik agama. Maka aku mengatakan pada keduanya: tidak, tidak, apakah kepadaku kalian menawarkan hal ini?"

Berkata Ibnul Jauzi, "Aku melihat sebagian orang yang beribadah dalam masa tertentu lalu berhenti, maka ada yang menyampaikan padaku bahwa orang tersebut berkata, "Aku telah beribadah pada Allah dengan ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun juga.

Ibnu Katsir berkata, "Maksudnya…..bahwa dosa, maksiat dan syahwat menghinakan pelakunya di saat kematian di tambah pelecehan setan padanya, sehingga berkumpul padanya kehinaan dan lemahnya keimanan, sehingga ia mengalami su'ul khatimah. Allah berfirman:

"Dan adalah syaithan itu tidak mau menolong manusia" (Q.S Al-Furqaan 29).

Tidak ada yang ingin mengalami su'ul khatimah semoga Allah melindungi kita darinya। Pada orang yang suci lahir dan batinnya pada Allah dan juga benar dalam segala ucapan dan perbuatannya maka belum pernah terjadi hal yang demikian itu pada mereka. Su'ul khatimah hanya akan dialami oleh orang yang rusak keyakinan batinnya, rusak amalannya, yang berani melakukan dosa besar dan kejahatan, sehingga bisa jadi hal itu semua akan lebih dominan padanya sampai ajal menjemputnya sebelum ia sempat bertaubat.


Jumat, 05 Desember 2008

TERJEMAH

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ

Dalam matan kitab nashoihul `ibad, imam nawawi al-bantani al-jawiy membagi perkara fardlu menjadi lebih dari sekitar 70 bagian. Dantaranya:

  1. Iman kepada ALLOH beserta sifat-sifat ALLOH.

Yaitu mentauhidkan ALLOH bahwa ALLOH adalah sesembahan yang tidak membutuhkan selain NYA.

  1. Iman kepada malaikat ALLOH

Disebutkan bahwa para malaikat ada dilangit. Mereka tidak pernah durhaka kepada perintah ALLAOH, dan hanya patuh pada perintah ALLOH.

  1. Iman kepada kitb-kitab ALLOH yang diturunkan kepada para nabi.
  2. Iman kepada para rosul-rosul ALLOH, yang diutus kepada para umatnya unntuk menyampaikan risalah-risalah yang mencakup perintah, larangan, dan hukum.
  3. iman kepada qadar (kepastian).
  4. Iman kepada hari akhir (qiyamat). Yang di dalamnya ada hari kebangkitan. Perhitungan, surga, neraka, dan timbangan amal.
  5. Cinta kepada ALLOH dan nabi Muhammad SAW.
  6. Cinta dan benci karena ALLOH.

Ada hadits : “yang lebih menguatkan iman dalah jika suka karena ALLOH dan benci karena ALLOH” riwayat imam ahmad.

  1. Ta`dzhim kepada nabi Muhammad SAW dan mengikuti sunnahnya, cinta kepada ahli bait, dan cinta kepada kaum anshor.

Ta`dhim yaitu dengan bersholawat, dan sholawat yang lebih utama adalah “ALLOHUMMA SHOLLI `ALA SAYYIDINA MUHAMMAD ALLADZI MALA`TA QOLBAHU MIN JALALIKA FAASBAHA FARHAN MASRURON MUAYYADAN MANSHURON WA`ALA AALIHI WA SHOHBIHI WA SALIMU TASLIMAN WALHAMDULILLAHI ` ALA DZALIKA”

Ya ALLOH… limpahkan salam kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW yang telah Engkau penuhi hati nya(Muhammad) dengan keagunganMU maka Muhammad SAW menjadi orang yang bahagia, dikuatkan, ditolong, dan juga limpahakan rahmat kepada keluarga Muhammad SAW dan juga kepada para sahabat nya.

Nabi bersabda “tandanya iman adalah cinta kepada anshor , sedang tanda munafik adalah benci kepada anshor”. Yang dimaksud kaum anshor adalah semua orang yang menolong agama ALLOH, baik pada masa nabi maupun masa sekarang.

  1. Ta`dhim kepada tanda-tanda kebesaran islam.

Misalnya rajin dan bangga dalam urusan agama, memperindah baccaan al-qur`an, memperindah masjid, dll.

  1. Niat Ikhlas dalam ibadah.

Diantaranya adalah ihklas dalam beribadah, ikkhlas dalam meninggalkan riya` dan kumunafikan. Riya` adalah mengharapkan pujian dari makhluk, sedangkan munafik adalah menyembunyikan kekafiran dan menampakkan ciri islam.

  1. Taubat.

Nabi bersabda “taubatlah kepada ALLOH sebelum ajal tiba, dan segeralah mengerjakan amal baik sebelum datang kesibukanmu”.

  1. Takut dan berharap.

Takut maksudnya adalah takut jika hati seorang mukmin tidak merasa aman dan tidak tenang perasaannya walaupun disekitarnya ada banyak kebaikan, tetapi takut jika ALLOH tidak menerima amalnya.

Roja` (berharap) maksudnya adalah tidak putus asa dari rahmat ALLOH dengan ber husnuddzon.

  1. Syukur.

Nabi bersabda “barang siapa diberi sebuah pemberian, maka balaslah dgn hal yang sama. Jika tidak mampu makapujilah dengan pemberian tersebut. Barang siapa memuji karena pemberian tersebut maka dia sudah bersyukur atas pemberian tersebut, dan barang siapa menyembunyikan pemberian tersebut maka dia telah kufur atas pemberian tersebut” H.R Abu Dawud.

  1. Sabar.

Abdulloh al-maghowiri berkata kepada Abu hasan al-asybali: aku memerintahmu dengan 5 perkara, dan aku mencegahmu dengan 5 perkara. Aku memerintahmu untuk bersabar atas perbuatan yang menyakitkan makhluk,beristirahat bersama teman-temanmu, jadilah kamu pendengar jangan jadi tukang ngomong, dan jadilah diri sendiri saata bersama orang lain.

Aku mencegahmu dari berkumpil dengan perempuan, cinta dunia, cinta kekuasaan, tukang ajak-ajak, dan gossip.

  1. Rela (ridho) dengan kepastian ALLOH.

Hadits rawayat al-bazary ” 5 perkara dalam iman, jika 5 perkara tersebut tidak ada dalam diri seseorang, maka tidak ada iman baginya. Yaitu: pasrah dan tunduk pada perintah ALLOH, rela dengan ketetapan ALLOH, pasrah kepada ALLOH, tawakkal (berserah diri) kepada ALLOH, dan sabar ketika menerima cobaan”.

  1. Menepati janji

Sabda Rosul “janji yang baik sebagian dari iman”. HR Tirmidzi

  1. Wira`i (berhati-hati atau waspada)

maksudnya waspada debngan menjaga omongan, makanan, dan minuman. Agar tidak jauh pada hal yang syubhat dan haram.

  1. Malu

Yaitu sifat yang selalu mengalir manfaatnya bagi yang memegang teguh dalam setiap perkara. Orang yang beriman benar-benar tau bahwa ALLOH melihat apa-apa yang terbersit dalam hati manusia.

  1. Tawakkal

Yaitu mencondongkan sgala urusan hanya ALLOH beserta ketenangan jiwa.

  1. Saling menyayangi (welas asih)

Nabi bersabda “tidak masuk surga orang yg tidak saling menyayangi, sahabat berkata :ya Rosulalloh “kami saling menyayangi, Nabi menjawab “bukan menyayangi jika kalian hanya menyayangi diantara kalian, sesungguhnya menyayangi itu jika kamu menyayangi semua manusia” H.R al-barory.

  1. Tawadhu` (menghargai)

Yaitu menghormati orang yang lebih tua serta menyayangi orang yang lebih muda. Nabi bersabda “bukanlah dari kaumku orang yang tidak mengasihi yang muda dan tidak menghormati yang lebih tua”.

  1. sederhana

yaitu tidak suka berfoya-foya dalam kehidupan dunia. Ada sebuah riwayat dari imam muslim. Ada seorang yang berkata kepada Rosul: wahai Rosul, sesungguhnya aku suka jika memakai sandal yang bagus, baju yang bagus. Nabi menjawab sesungguhnya ALLOH itu indah, dan suka pada keindahan.

  1. Menjauhi sifat sombong, dengki, ghibah, marah, dan dholim.
  2. Selalu memperbarui tauhid

Nabi bersabda “perbarui iman kalian, para sahabat bertanya bagaimana caranya ya Rosulalloh?? Nabi menjawab: perbanyaklah membaca kalimat LAAILAAHAILLALLOH “.

  1. Membaca Al-qur’an

Nabi bersabda: ahli al-qur`an adalah ahli ALLOH yang telah ALLOH khususkan”.H.R Ahmad. Dalam hadist marfu` riwayat Ibnu mas`ud disebutkan: “keraskan/lantangkan suaramu ketika membaca Al-qur’an”.

Membaca al-qur’an dengan lantang lebih utama daripada suara pelan, dengan alas an tidak khawatir menimbulkan riya`, jika khawatir maka suara pelan lebih utama.

Barang siapa ingin selamat dari fitnah dajjal hendaklah menjaga (hafal dan mengamalkan) 10 ayat pertama surat al-kahfi.

ß÷Kptø:$# ¬! üÏ%©!$# tAtRr& 4n?tã ÍnÏö7tã |=»tGÅ3ø9$# óOs9ur @yèøgs ¼ã&©! 2%y`uqÏã ÇÊÈ $VJÍhŠs% uÉZãŠÏj9 $Uù't/ #YƒÏx© `ÏiB çm÷Rà$©! tÏe±u;ãƒur tûüÏZÏB÷sßJø9$# z`ƒÏ%©!$# šcqè=yJ÷ètƒ ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ¨br& öNßgs9 #·ô_r& $YZ|¡ym ÇËÈ šúüÏVÅ3»¨B ÏmŠÏù #Yt/r& ÇÌÈ uÉZãƒur šúïÏ%©!$# (#qä9$s% xsƒªB$# ª!$# #V$s!ur ÇÍÈ $¨B Mçlm; ¾ÏmÎ/ ô`ÏB 5Où=Ïæ Ÿwur óOÎgͬ!$t/Ky 4 ôNuŽã9x. ZpyJÎ=Ÿ2 ßlãøƒrB ô`ÏB öNÎgÏdºuqøùr& 4 bÎ) šcqä9qà)tƒ žwÎ) $\/Éx. ÇÎÈ y7¯=yèn=sù ÓìÏ»t/ y7|¡øÿ¯R #n?tã öNÏd̍»rO#uä bÎ) óO©9 (#qãZÏB÷sム#x»ygÎ/ Ï]ƒÏyÛø9$# $¸ÿyr& ÇÏÈ $¯RÎ) $oYù=yèy_ $tB n?tã ÇÚöF{$# ZpoYƒÎ $ol°; óOèduqè=ö7oYÏ9 öNåkšr& ß`|¡ômr& WxyJtã ÇÐÈ $¯RÎ)ur tbqè=Ïè»yfs9 $tB $pköŽn=tæ #YÏè|¹ #·ãã_ ÇÑÈ ôQr& |Mö6Å¡ym ¨br& |=»ysô¹r& É#ôgs3ø9$# ÉOŠÏ%§9$#ur (#qçR%x. ô`ÏB $uZÏF»tƒ#uä $·6pgxå ÇÒÈ øŒÎ) urr& èpu÷FÏÿø9$# n<Î) É#ôgs3ø9$# (#qä9$s)sù !$uZ­/u $uZÏ?#uä `ÏB y7Rà$©! ZptHôqy ø×Ähydur $oYs9 ô`ÏB $tR̍øBr& #Yx©u ÇÊÉÈ

1. Segala puji bagi Allah yang Telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan[871] di dalamnya;

2. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

3. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak."

5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

6. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu Karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan Ini (Al-Quran).

7. Sesungguhnya kami Telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

8. Dan Sesungguhnya kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim[872] itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan?

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

[871] tidak ada dalam Al-Quran itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.

[872] Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan batu bersurat.

  1. Menuntut ilmu dan mengajarkannya

Ilmu adalah dasar amal pekerjaan, tidak sah suatu amal pekerjaan tanpa adanya ilmu. Karena amal ibarat buah ilmu, dan ilmu yang tidak damalkan tidak akan manfaat. Oleh karena itu, dikatakan “sibuk dengan ilmu lebih baik daripada sholat sunnah”.dan ilmu yang utama adalah: tauhid, tafsir, hadits, ushul fiqh, fiqh.

  1. Do`a

Nabi bersabda: “Do’a adalah ibadah” H.R Bukhori Muslim.

  1. Dzikir

Yaitu istighfar dan menjauhi kata-kata yang tidak bermanfaat. Membaca Al-qur’an adalah dzikir yang paling utama.

  1. Bersuci

Yaitu dengan wudhu, mandi, dan menghilangkan najis. Dan bersuci (secara hukum) dengan cara khitan (sunat), menghilangkan bulu ketiak, bulu kempung (kemaluan), kumis, dan kuku, dan mandi jum’at. Nabi bersabda: “sesungguhnya mandi jum’qt wajib bagi setiap muslim”H.R muslim. Jika dalam waktu junub dan belum sempat mandi jinabat, sedangkan ingin tidur, maka ambillah air wudhu. Karena sesngguhnya malaikat itu tidak mau mendekat kepada orang yang junub kecuali orang tersebut sudah berwudhu.

  1. Menutup aurot dan menjaga pandangan.

Nabi bersabda: “ barang siapa beriman kepada ALLOH dan hari qiyamat maka janganlah masuk kamar mandi tanpa memakai sarung”.H.R Tirmidzy. Yang dimaksud adalah jangan sampai telanjang walaupun mau ke kamar mandi. Dan janganlah menunjukkan paha ke orang lain, serta jangan melihat paha orang lain, baik orang hidup ataupun paha mayyit.

  1. Sholat fardhu dan sholat sunnah

Tidak sah sholat sunnah kecuali sesudah sempurna sholat fardhu.

Ada hadits dalam shohihaini (Bukhori Muslim) :’ALLOH berfirman kepada para malaikat, ”lihatlah sholat hambaKU, apakah kurang atau sempurna??apabila sempurna,maka tulislah sholatnya, apabila kurang, maka tunggulah, apakah hambaKU punya amalan sholat sunnah??jika ia punya amalan sholat sunnah maka sempurnakan sholat wajibnya dengan amalan sholat sunnahnya”.

  1. Zakat

Shodaqoh yang wajib adalah zakat. Dengan shodaqoh, maka akan hilang juulukan bakhil, dan sebab shodaqoh pula mendapat derajat yang tinggi, mendapat julukan mulia, dermawan.

  1. Memerdekakan budak

Hadits shohihaini “barang siapa memerdekakan budak yang beriman, maka ALLOH akan memerdekakan setiap anggota orang tersebut dengan anggota budak tersebut dari api neraka,sehingga ALLOH memerdekakan farji orang tersebut sebab farji budak itu”

  1. Dermawan

Umar bin ‘abasyah bertanya kepada Rosululloh, wahai Rosululloh, apakah iman itu?? Nabi menjawab ”iman adalah sabar dan dermawan”.

Diantara nya yaitu memberi makan, termasuk kepada tamu. Nabi bersabda: “ barang siapa beriman kepada ALLOH dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya”.

  1. Puasa wajib dan sunnah

Maka jika meninggalkan puasa romadhon sebab suatu halangan maka cepat-cepatlah menggantinya. Sesudah itu jika mampu ikuti dengan puasa sunnah, diantaranya: puasa 6 hari pada bulan syawal, puasas rojab,puasa sya’ban.

  1. I’tikaf

Terutama pada bulan romadhon, supaya mendapat lailatul qodar.

  1. Haji dan umroh

ALLOH berfirman dalam hadits qudsiy: “sesunggguhnya hamba yang sudah AKU sehatkan jasmaninya, AKU luaskan pekerjaannya, yang dari 5 tahun tidak dating padaKU (haji) maka benar-benar jauh dari rohmat”.

  1. Thowaf

Thowaf lebih utama daripada ibadah yang lain. Ada pendapat, bahwa thowaf di Makkah lebih utama daripada sholatnya seorang pengembara. Ada pula pendapat yang mengatakan puasa lebih utama dadi thowaf. Tapi qoul yang lebih unggul adalah sholat lebih utama dari ibadah lainnya.

  1. hijrah

Pindah tempat atau meniggalkan suatu tempat dengan membawa keimanan yang semula dikelilingi orang kafir dan munafik. Sesungguhnya bermukim bersama orang kafir adalah merendahkan agama islam.

  1. Melaksanakan nadzar dan menjaga keimanan

Takutlah jika berjanji dengan jaminan agama islam ,jika sumpah itu benar, maka segera perbarui dengan bersyahadat. Namun jika sumpah tersebut salah, maka hanya terkena hokum maksiat kepada ALLOH.

  1. Membayar kifarot (tebusan)

Karena kifarot adalah amanat dari haq ALLOH. Dalam shohihini disebutkan “hutang kepada ALLOH wajib dibayar”.

  1. Menjaga agama

Yaitu dengan nikah. Karena nikah adalah perkara sunnah yang paling utama. Disunnahkan bagi laki-laki ketika bertemu dengan calon istrinya membaca :

óOs9r& ÷yuŽô³nS y7s9 x8uô|¹ ÇÊÈ $uZ÷è|Êurur šZtã x8uøÍr ÇËÈ üÏ%©!$# uÙs)Rr& x8tôgsß ÇÌÈ $uZ÷èsùuur y7s9 x8tø.ÏŒ ÇÍÈ ¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #·Žô£ç ÇÎÈ ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ #sŒÎ*sù |Møîtsù ó=|ÁR$$sù ÇÐÈ 4n<Î)ur y7În/u =xîö$$sù ÇÑÈ

1. Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. Dan kami Telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3. Yang memberatkan punggungmu[1584]?

4. Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],

5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],

8. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

[1584] yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.

[1585] meninggikan nama nabi Muhammad s.a.w di sini maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada nabi termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.

[1586] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) Telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu Telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila Telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

Dan juga surat:

#sŒÎ) uä!$y_ ãóÁtR «!$# ßx÷Gxÿø9$#ur ÇÊÈ |M÷ƒr&uur }¨$¨Y9$# šcqè=ä{ôtƒ Îû Ç`ƒÏŠ «!$# %[`#uqøùr& ÇËÈ ôxÎm7|¡sù ÏôJpt¿2 y7În/u çnöÏÿøótGó$#ur 4 ¼çm¯RÎ) tb%Ÿ2 $R/#§qs? ÇÌÈ

1. Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.

  1. Menikahkan

Jika kita menolong orang yang ingin menikah, maka kita adalah naibulloh (pengganti ALLOH). Dan jika lahir dari pernikahan tersebut keturunan yang sholeh, maka kita mendapat pahala pada hari qiyamat kelak.

  1. Memberi nafkah kerabat

Nabi bersabda: “mulailah memberi nafkah mulai dari kerabatmu” H.R. Bukhori Muslim.

  1. Berbakti kepada orang tua

Dalam hal ini, ibu lebih didahulukan daripada ayah.

Dikisahkan ada seseorang datang kepada Rosul dan bertanya: “siapa yang harus didahulukan (dalam berbuat baik) ??nabi maejawab: ibumu. Lalu orang tersebut bertanya lagi,lalu siapa?? Nabi menjawab: ibumu. Lalu orang tersebut bertanya lagi,lalu siapa?? Nabi menjawab: ibumu 3 kali. Lalu orang tersebut bertanya lagi yang ke 4 kalinya,lalu siapa?? Nabi menjawab: ibumu, lalu bapakmu”.

  1. Mendidik anak

Yaitu denagn memberi nafkah, juga mendidik ilmu agama.

  1. Silaturrahim

Nabi berasbda: “tidak masuk surga orang yang memutus silaturrahmi” H.R Bukhori Muslim. Nabi jugaa bersabda: “ wahai Abu huroiroh, sambunglah silaturrahmi, maka kamu akan mendapat rizki yang tidak kamu kira”.

  1. Menyayangi bawahan dan taat kepada atasan

Nabi bersabda: “sesungguhnya bila seorang bawahan menasehati atasannya dan memperbiki ibadahnya kepada ALLOH, maka ia mendapat pahala 2 kali lipat”.

  1. Menjalankan pemerintahan dengan adil

Jika menjadi seorang penguasa, maka wajib berbuat adil. Dan jangan menuruti hawa nafsu, karena hanya akan menyesatkan.

  1. Patuh kepada pemerintah

Selama pemerintah tersebut mengajak kepada hal-hal yang dilarang ALLOH.

  1. Tunduk kepada jamaah

Yaitu bersatu, dan tidak bercerai berai. Jika suatu kaum bersatu,maka musuh tidak akan mampu mengalahkan kaum tersebut.

  1. Membuat perdamaian

Misalnya mendamaikan 2 orang yang sedang saling diam tidak mau bicara karena ada suatu masalah.

  1. Tolong menolong dalam kebaikan

Diantaranya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

  1. Menolong orang teraniaya

Nabi berkata kepada Abu huroiroh: ”wahai Abu huroiroh, tolonglah saudaramu dan tutupilah kekurangannnya sebelum dilaporkan kepada ratu (ALLOH) dalam urusan had yang bagian dari hokum ALLOH, dan apabila diangkat, maka takutlah apabila bertemu dengan ratumu dengan dirimu dan amalmu”.

  1. Melaksanakan hukum ALLOH

Nabi bersabda: “melaksanakan 1 ketetapan dari sebagian hokum ketetapan ALLOH itu lebih baik daripada hujan selama 40 malam dalam Negara ALLOH”. H.R Ibnu majah.

  1. Tabah

Tabah adalah melaksanakan perintah ALLOH setiap waktu, tanpa ada batas waktunya. Hawa nafsu sangat dekat mengajak kepada kufur.,setiap waktu hawa mengajak kufur atas sgala nikmat yang ALLOH berikan. Tabah adalah hal yang lebih utama dibanding amal lainnya. Apabila seseorang mati, maka semua amalnya disembunyikan kecuali orang-orang yang tabah dalam jihad. Karena tabah bertambah hingga hari qiyamat, dan juga bisa membuat malaikat munkar dan nakir pelan di dalam alam kubur.

  1. Menunaikan amanat

Nabi bersabda: “tidak beriman orang yang tidak punya amanat”H.R Ahmad.

  1. Memuliakan tetangga

Muliakan tetangga dengan apa-apa yang telah ALLOH berikan, dan tinggalkan hal-hal yang membahayakan tetangga.

  1. Mu’amalah yang bagus dalam mencari rizki

Nabi bersabda: “sesungguhnya diantara kamu tidak akan pernah mati sebelum menggunakan hartanya, dan takutlah pada ALLOH serta perbaikilah dalam mencari rizki (harta), ambillah yang halal dan tinggalakan hal yang diharamkan.H.R Ibnu Majah.

  1. Menggunakan harta dengan benar dan mejauhi sifat kikir dan boros.

Yaitu menggunakan hatra sesuai dengan keperluan, tidak menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak manfaat. Sesungguhnya orang yang berakal adalah orang yang memegang keadilan, menjauhi perkataan yang berlebihan dan yang tidak bermanfaat. Dan ahli ibadah adalah orang yang bicara pada dirinya: jika aku makan, maka aku akan mati, jika kenyang, maka akan malas, jika terlalu kenyang maka aku akan sakit. Dan orang yang murah hati adalah orang yang bisa mencegah kebencian, menerima atas penganiayaa atas dirinya, sanggup bersabar. Orang yang tawadhu’ adalah orang yang ikhlas dalam berkasih sayang.

  1. Menjawab salam

#sŒÎ)ur LäêŠÍhãm 7p¨ŠÅstFÎ/ (#qŠyssù z`|¡ômr'Î/ !$pk÷]ÏB ÷rr& !$ydrŠâ 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. 4n?tã Èe@ä. >äóÓx« $·7ŠÅ¡ym

ÇÑÏÈ

86. Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[327]. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

[327] penghormatan dalam Islam ialah: dengan mengucapkan Assalamu'alaikum.

  1. Mendoakan orang yang bersin

Nabi bersabda: “apabila ada salah seorang diantara kamu bersin dan memuji ALLOH , maka wajib bagi setiap muslim yang mendengar untuk mengucapkan *ROHIMAKA ALLOH*”. H.R. Bukhori.

  1. Memberi pinjaman hutang

Dengan memberi pinjaman dalam kebaikan maka telah menolong dalam menghilangkan kesusahan.

  1. Memberi hadiah

Ada hadits:”Dengan hadiah, maka akan saling mengasihi”.

  1. Memperbaiki budi pekerti
  2. Menjaga rahasia, menjaga lisan, dan menjaga farji (kemaluan)

Taitu menjaga dan merahasiakan hal-hal yang dianggap buruk untuk diketahui orang banyak. Misalnya masalah hubungan badan antara suami istri.

68. Menjenguk orang yang sakit

69. Mengurus jenazah saudara muslim

Mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati, sampai menguburkan.

  1. Mencegah hal yang membahayakan bagi sesama muslim

Tidak boleh menghina saudara sesama muslim ketuka kehormatan mereka terpuruk, seharusnya kita menjadi layaknya baju luar bagi saudara kita, dengan menjadikan hal tersebut utk instropeksi diri.

  1. Benci jika kembali pada kekafiran

Maka hindarilah fitnah dengan agama, dan jangan pernah mengkafirkan kepada sesame muslim. Nabi bersabda: “barang siapa mengkafirkan maka ucapan itu kembali kepadanya”.

  1. Menjauhi permainan, sumpah palsu, dan berkata dusta

Maka takutlah pada sesuatu yang membuat lupa kepada ALLOH. Misalnya adalah permainan yng bisa membuat lupa kepada ALLOH. Dikisahan, jika seseorang berbuet satu kebohongan saja, maka malaikat akan menjauh 30 milkarena bau busuk (bohong).

  1. Membuang hal yang berbahaya yang ada da jalan

Nabi berwasiat kepada Abu huroiroh: “wahai Abu huroiroh…janganlah kau menyakiti hati orang muslim di jalan mereka. Barang siapa menyakiti hati orng muslim, maka orang muslim dan malaikat akan mencela orang tersebut. Dan jika kamu berjalan dan menemukan kotoran dijalan, maka timbunlah dengan debu, maka ALLOH akan menutupimu di hari qiyamat. Wahai Abu huroiroh…jika kamu menuntun orang buta, maka peganglah tangan kirinya dengan tangan kananmu, karena menunutun orang buta adalah shodaqoh. Wahai Abu horoiroh….barang siapa bejalan sambil menuntun orang buta sejarak 1 mil, maka bagi orang yang menuntun adalah setiap jengkal adalah 10 kebaikan ”.

  1. Mencintai sesuatu yang disukai setiap muslim

Yaitu menyayangi semua yang disayangi orang muslim, dan jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat saudara muslim merasa teraniaya.

  1. Minta izin ketika mau masuk rumah orang lain

Ada hadits: “minta izin itu 3 kali, jika diizinkan maka masuklah, jika tidak dizinkan maka pulanglah”. Jika dating ke rumah oranng lain, maka minta izinlah sebanyak 3 kali, dan jangan menunggu di rumah orng lain di rumah orangf lain di tempat yang tak terlihat.

  1. Mengambil ibarat

Lakukan apa-apa yang kamu pikir yang bisa diterima oleh indera.

  1. Berbuat kebaikan
  2. Sibuk dengan hal yang bermanfaat dan meninggalkan hal yang tidak manfaat

Nabi bersabda:”seseorang tidak dianggap sebagai muslim sehingga manusia selamat dari tangan dan ucapan orang tersebut. Dan dia tidak mendapat derajat mukmin sehinnga ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat karena waspada terhadap hal yang bahaya”. Nabi bkerersabda: “takutlah pada kelebihan makanan, karena bisa meracuni hati (keras hati) dan merapuhkan anngota badan, membuat tuli cita-cita dari mendengarkan nasehat. Dan takutlah pada kelebihan pandangan, karena menyebar hawa nafsu dan melahirkan lupa. Dan takutlah pada menyimpan tamak, karena akan mencampuri hati pada cinta dunia, dan mengunci hati dengan cinta pada dunia, dan itu merupakan kunci semua keburukan dan sebab hancurnya kebaikan”.

ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ

**ALHAMDULILLAH…….SMOGA BERMANFAAT…AMIIIII….N**

Ini adalah karyaku untuk mencoba menterjemahkan matan kitab nashoihul ‘ibad karya imam nawawi al-bantani al-jawwiy yang bertepatan selesai bersamaan bertambah ataupun berkurang umurku di dunia ini. sekaligus sebagai rasa syukurku pada ALLOH karena masih diberi kesehatan dan umur panjang.

***MA’AN NAJAH***